Para peneliti telah mengkaitkan pola genetik dengan kemungkinan pasien leukemia parah pada anak-anak, dapat kambuh. Temuan ini, menurut peneliti, dapat memudahkan para dokter melakukan skrining pola genetik dan mengobati pasien lebih agresif dari mulai diagnosis.
Selama ini, anak-anak yang memiliki T-sel leukemia lymphoblastic akut telah menyumbang sekitar 15 persen dari kasus leukemia anak.
Menurut Alex Beesley, dari Perth's Telethon Institute for Child Health Research di Australia, dalam siaran beritanya mengatakan, sementara sebanyak 80 persen pasien leukemia yang mengalami masa remisi, sekitar 20 persennya akan mengalami kekambuhan. "Prognosis bagi pasien tersebut buruk," ujarnya.
Dalam penelitian tersebut, Beesley dan rekannya menemukan sebuah pola yang konsisten dalam ekspresi lima gen pada pasien yang mengalami kekambuhan. Yang penting, pola genetik ini telah ditemukan dan dapat dilanjutkan pada uji kohort dengan beberapa pasien." Pertama-tama bahwa demikianlah penanda gen yang kuat dari tipe ini telah ditemukan untuk jenis leukemia yang bersangkutan," ungkapnya
Dengan ditemukannya pola ini diharapkan pasien yang telah diidentifikasi dengan menggunakan marker ini dapat dapat diobati secara poten dengan terapi lebih agresif sejak awal. Demikian kata Beesley.
Temuan yang telah dipublikasikan secara online dalam jurnal Molecular Cancer pada 12 Mei ini, para peneliti sampai pada kesimpulan studi mereka setelah menganalisis sampel sumsum tulang dari anak-anak dengan leukemia. Mereka menemukan pola genetik yang berhasil meramalkan apa yang akan terjadi pada 50 pasien dengan bentuk leukemianya.