Vitiligo merupakan penyakit munculnya bercak-bercak putih atau hipopigmentasi yang dapat muncul pada kulit. Kasus yang popular adalah yang menimpa penyanyi Michael Jackson. Vitiligo adalah sebuah kondisi dimana kulit kehilangan melanin, pigmen yang memberi warna pada kulit, rambut dan mata.
Vitiligo bisa terjadi ketika sel yang memproduksi melanin mati atau menjadi inaktif, tidak memproduksi melanin lagi. Hal ini menyebabkan munculnya bercak putih yang semakin lama akan semakin membesar pada kulit. Perawatan umum yang dilakukan selama ini adalah dengan terapi cahaya dan perawatan kulit dengan obat-obatan. Namun, perawatan ini tidak selalu bekerja.
Kini, harapan baru muncul dengan suksesnya sebuah operasi transplantasi kulit untuk mengobati vitiligo. Operasi ini juga disinyalir aman. Dalam penelitian baru yang mereka lakukan, para peneliti di Henry Ford Hospital di Detroit mengatakan bahwa mereka mengikuti 23 pasien selama enam bulan setelah operasi, yang melibatkan transplantasi sel-sel kulit dari satu bagian pasien ke bagian lain.
Pasien yang dapat kembali rata-rata sekitar 52 persen dari mereka yang kehilangan warna kulit alami di area yang diobati. Delapan pasien dengan satu jenis vitiligo khusus dapat kembali kurang lebih 74 persen.
Selain itu, operasi tersebut berlangsung antara 30 menit dan dua jam di mana pasien berada di bawah anestesi local. Bahkan dalam catatanya, para peneliti mengatakan, pasien ini sudah diperbolehkan pulang keesokan harinya.
"Pasien warna dan orang-orang dengan vitiligo di salah satu bagian tubuh mereka ataupun di di satu area tubuh dapat memperoleh manfaat paling banyak dari prosedur ini," ujar Dr Iltefat Hamzavi, penulis senior studi pada penelitian ini. Temuan ini telah dipresentasikan 9 Maret di American Academy of Dermatology Annual Meeting di Miami.